Profile
Kesehatan Mental

5 Hal yang Sebaiknya Tidak Anda Ucapkan pada Seseorang yang Infertil

 5 Hal yang Sebaiknya Tidak Anda Ucapkan pada Seseorang yang Infertil

Jangan katakan hal ini saat Anda mendapat curhatan dari teman yang berjuang untuk memiliki anak.

Ketika Anda mendapatkan curhatan dari teman dekat atau keluarga yang sedang berjuang untuk hamil, naluri Anda mungkin tergerak untuk menghiburnya. Biasanya kata-kata yang sering keluar adalah “Jangan stres, santai aja” atau “Jangan khawatir, masih ada kesempatan.”  

Anda mungkin merasa saran tersebut bisa menghibur dirinya untuk kemudian dia bisa melanjutkan hidupnya kembali. Padahal, saran semacam ini kemungkinan akan membuat orang yang Anda cintai merasa lebih buruk. 

Hal paling baik yang dapat Anda lakukan adalah menawarkan kepadanya telinga yang siap mendengarkan, dan mengizinkannya untuk berbagi (atau tidak berbagi) kepada Anda.  
Dalam  buku  Dont TellHer to Relax, sang pengarang, Zahie El Kouri memberi saran untuk tidak mengatakan kalimat seperti ini: 

“Sudah mencoba makan buah A? Mengangkat pinggul setelah berhubungan intim? Minum obat herbal? Coba minta suami kamu untuk menyingkirkan celana boxernya.” 
Kemungkinan besar dia telah mendengar saran-saran tersebut dan mencobanya. Mempertanyakan apa yang sudah ia lakukan akan menyinggung perasaannya. Mungkin dalam hati, dia akan bilang,”Sudah tahu, kali.” 

“Mungkin kamu butuh menaikkan/ menurunkan berat badan” 
Berat badan sangat sensitif bagi wanita, apalagi ditambah dengan persoalan kehamilan. Berat badan teman Anda dan bagaimana berat badan bisa berpengaruh terhadap kesuburannya adalah urusan dia dan dokternya. 

“Mengapa tidak adopsi saja?”
Adopsi tidak bisa menggantikan keinginan teman Anda untuk memiliki anak biologis. Adopsi dan keinginan memiliki anak adalah dua hal yang berbeda. Selain itu, setiap pasangan memiliki pertimbangan sendiri terkait memiliki anak adopsi

“Mungkin kamu belum siap jadi orangtua” 
Ucapan ini akan menyakiti perasaan teman Anda karena dianggap tidak mampu menjadi orangtua. 

Bila Anda benar-benar peduli pada teman atau keluarga Anda, sebaiknya tanyakan apa yang dia butuhkan dan bagaimana Anda bisa mendukungnya. Lalu, lakukan apa yang telah Anda ucapkan.  Hal ini lebih menghibur ketimbang sekedar kata-kata. 

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan Mental ?
Ask Doctor
Kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele ternyata bisa merusak kesehatan jantung 5 Kebiasaan yang Bisa Merusak Jantung Kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele ternyata bisa merusak kesehatan jantung 5 Kebiasaan yang Bisa Merusak Jantung