Profile
Diabetes

5 Fakta Risiko Diabetes Yang Perlu Anda Tahu

5 Fakta Risiko Diabetes Yang Perlu Anda Tahu

5 Fakta Risiko Diabetes Yang Perlu Anda Tahu

Diabetes menjadi persoalan kesehatan serius di dunia, termasuk di Indonesia. Dalam rilisnya, Departemen Kesehatan RI mengatakan, secara epidemiologi, diperkirakan bahwa pada tahun 2030 prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia mencapai  21,3 juta orang, meningkat dari 10,021 juta / sekitar 110%  dari  tahun 2015.

Gaya Hidup Ikut Berperan

Diabetes Mellitus (DM) adalah kondisi yang ditandai dengan kadar glukosa darah tinggi, yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi dan/atau menggunakan insulin. DM terbagi menjadi dua tipe yakni, tipe-1 yang disebabkan keturunan dan tipe-2 yang disebabkan gaya hidup. Secara umum, dari semua penderita diabetes di dunia, sekitar 80%  menderita diabetes tipe-2. Obesitas atau kegemukan akibat dari pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik berperan sebagai penyumbang terbesar diabetes di masyarakat.

Berbeda dengan diabetes tipe 1 di mana pankreas tidak bisa memproduksi insulin, maka pada diabetes tipe 2 , pankreas  memproduksi insulin namun jumlah insulin yang dilepaskan tidak mencukupi. Atau bisa juga terjadi,  tubuh menolak insulin, sehingga glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel-sel tubuh untuk proses metabolisme. Akibatnya, glukosa (gula) di dalam darah meningkat. Nah, ketika gula menumpuk di dalam darah, maka dia akan menyebabkan kerusakan di beberapa area tubuh. Selain itu, karena  tidak mendapatkan gula yang mereka butuhkan, sel-sel tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik.

Karena itu, bila Anda memiliki faktor risiko, seperti ada keluarga dekat mengidap diabetes atau obesitas, penting bagi Anda untuk berkonsultasi pada dokter dan melakukan tes diabetes. Pasalnya, mereka yang obesitas mempunyai risiko dua kali lebih besar terkena diabetes ketimbang mereka yang tidak obesitas.

Poin-poin penting risiko diabetes

Beberapa poin yang penting untuk dipahami mengenai diabetes, terutama tipe-2 adalah:

1. Anda tak perlu kelebihan berat badan untuk bisa menderita diabetes tipe-2.  

Bila Anda berpikir pasien diabetes selalu gemuk dan bergaya hidup tidak aktif, Anda tidak sepenuhnya benar. Sekarang ini, masalah diabetes juga melanda orang-orang muda dan langsing. Sekitar 15 persen penderita diabetes tipe-2 tidak berbadan gemuk, tapi itu tidak berarti mereka pasti sehat. Ada istilah skinny-fat yang artinya meski berbadan langsing dan terlihat sehat dari luar, tapi sejumlah kebiasaan tidak sehat akan membuat bagian dalam tubuh Anda berfungsi seolah-olah Anda gemuk, sehingga membuat Anda tetap berisiko terkena diabetes tipe-2.            

2. Minuman soda, meski berlabel diet soda, kemungkinan bisa menjadi pemicu. Anda tahu bahwa minuman bersoda dan minuman manis dapat meningkatkan risiko diabetes? Menurut sebuah riset yang dipublikasikan oleh jurnal Nature, konsumsi pemanis buatan dapat membuat kadar insulin dan respons glukosa meningkat, yang pada akhirnya berujung pada diabetes.

3. Kegemaran Anda minum kopi (tanpa gula) bisa mengurangi risiko diabetes. Sebuah studi oleh Harvard School of Public Health, menyebutkan bahwa pecinta kopi , yang minum empat sampai enam cangkir kopi ukuran delapan ons (sekitar 237 ml) sehari, memiliki tingkat risiko diabetes 29-54 %  lebih rendah.

4. Risiko diabetes naik jika Anda sering melewatkan sarapan. Sebuah penelitian menemukan, wanita yang bekerja penuh waktu dan sering melewatkan sarapan, memiliki risiko diabetes 54 %  lebih tinggi dari mereka yang tak pernah melewatkan sarapan. Saat tidur, level gula darah Anda stabil dan akan turun ketika bangun dan Anda melewatkan sarapan. Lalu, kadar gula darah naik drastis ketika Anda makan siang. Fluktuasi ekstrim gula darah inilah yang akan menyebabkan resistensi insulin dan akhirnya diabetes.

5. Pola makan dan olahraga bukan satu-satunya faktor penting untuk mencegah diabetes. Memang benar bahwa jika Anda kelebihan berat badan, tiap kilogram bobot tubuh yang hilang berarti juga risiko Anda menderita diabetes semakin turun juga. Tapi, ada lagi faktor penting pencegah diabetes yang tidak boleh Anda abaikan, yaitu manajemen stres dan cukup tidur. Stres kronis dan kebiasaan tidur kurang dari enam jam tiap malam akan menggandakan risiko diabetes Anda. Konsumsi karbo berlebih adalah salah satu faktor munculnya diabetes. Pasalnya karbohidrat seperti nasi putih, mie dan pasta berubah menjadi gula di dalam tubuh, dan diserap sangat cepat ke dalam darah, sehingga terjadi lonjakan gula darah yang bisa mengakibatka diabetes.

Pada akhirnya, gaya hidup sehat dengan pola makan yang tepat, mengonsumsi banyak sayur dan buah, olahraga secara teratur, tidak merokok dan menjauhi stres, adalah cara-cara yang efektif untuk mencegah diabetes. Mengonsumsi makanan tinggi serat dan protein seperti kedelai bisa menurunkan risiko diabetes dan menjaga kestabilan gula darah.  

 

www.depkes.go.id

www.womenshealthmag.com

Anda punya pertanyaan seputar Diabetes ?
Ask Doctor
Jika Anda sedang menjalani program hamil dan melihat bercak darah kecokelatan di jadwal rutin menstruasi Anda, jangan buru-buru kecewa. Bercak Darah Seperti Haid, Pertanda Hamil? Jerawat tidak hanya muncul di wajah, tapi juga di bokong. Menjaga kebersihan diri adalah salah satu cara mengatasinya. Cara Basmi Jerawat di Bokong