Profile
Kesehatan Mental

4 Penyebab Gangguan Kesehatan Jiwa

4 Penyebab Gangguan Kesehatan Jiwa

Hidup dengan bahagia adalah harapan setiap orang di dunia tanpa terkecuali. Memiliki keluarga dan sahabat yang sangat suportif, rezeki yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari, atau bahkan bisa beristirahat sejenak dari rutinitas di rumah, misalnya, dapat menjadi kebahagiaan tersendiri. Namun, bagaimana jika kebahagiaan yang dimiliki, terenggut begitu saja? Bila tidak kuat menghadapi, bisa berakibat stres akut hingga gangguan jiwa atau psikososial.  

Beberapa faktor ini, dapat menyebabkan seseorang memiliki gangguan jiwa :

  • Trauma pasca bencana

Mendapat musibah berupa bencana alam merupakan hal yang menakutkan. Seringkali orang yang terkena bencana alam akan berubah baik secara fisik maupun psikisnya. Dari segi psikis, orang yang terkena musibah tersebut biasanya akan mengalami gangguan jiwa berupa trauma/ketakutan yang berlebih akan sesuatu hal. Traumatik kebanyakan bisa timbul dan meningkat saat masa kanak-kanak. Namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa pun dapat mengalami hal tersebut juga.

  • Penolakan Lingkungan

 Penolakan lingkungan, terutama lingkungan sosial, sering membuat seseorang menjadi kecil hati, sulit berkembang, hingga depresi akut. Bahayanya tidak hanya sampai di situ, namun penolakan lingkungan sosial pun dapat membuat seseorang memiliki retardasi atau keterbelakangan mental.

  • Riwayat pada masa kanak-kanak

Tidak selamanya hal yang kita terima pada masa kecil itu menyenangkan. Ada beberapa hal yang menyedihkan, atau ada yang hingga kini masih melukai hati seperti tidak pernah didukung atau diapresiasi, perceraian orang tua, kehilangan orang terdekat, dan lain-lain? Hal tersebut bisa memicu depresi psikososial kategori usual atau common stressor.

  • Keturunan gangguan jiwa

Gangguan jiwa tidak hanya dapat hadir akibat faktor lingkungan saja, namun bisa juga karena faktor biologis seperti keturunan. Gangguan ini bisa ditandai dengan sikap Anda yang mudah cemas dan kondisi emosi yang sulit untuk dikendalikan, dan ternyata mirip atau sama dengan anggota keluarga Anda lainnya.

Menurut DR. dr. Nurmiati Amir, SpKJ (K) selaku Ketua Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian Psikiatri, untuk mengatasi stress akut tersebut, masyarakat dihimbau untuk membawa seseorang yang menderita psikososial ke tempat yang aman, menawarkan bantuan, dan membantu menghubungkan korban dengan layanan sosial atau rumah sakit. Dukungan secara sosial adalah yang utama harus diberikan, karena pada dasarnya mereka (penderita psikososial) sangat membutuhkan hal tersebut.

Peran psikiater sangat dibutuhkan untuk membantu memulihkan para penderita psikososial di lingkungannya. Sayangnya, hal tersebut terhambat akibat pandangan negatif masyarakat pada psikiater yang dianggap aneh dan menyeramkan karena membantu mengobati orang-orang “sakit jiwa”.

 Dokter Eka Viora SpKJ (K) selaku Ketua PP PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia) menjelaskan bahwa hal yang harus diketahui oleh masyarakat yaitu tentang peran psikiater yang selama ini telah dianggap keliru oleh masyarakat. Psikiater dianggap sebagai orang yang hanya menangani orang yang memiliki gangguan jiwa berat saja, padahal orang yang sehat pun bisa ditangani oleh psikiater. Bagaimanapun, orang sehat juga pasti memiliki hal yang bisa membuat dia menjadi stres.

Bagi penderita psikososial, sulit rasanya untuk beradaptasi di sebuah lingkungan, terutama lingkungan yang baru ataupun lingkungan yang bisa mengingatkan pada traumanya. Menurut dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ, salah satu bentuk intervensi psikososial pasca bencana adalah dengan menggunakan  Psychological First Aid (PFA) yang berperan membantu para penderita untuk mengurangi luka psikologis dan mengembangkan fungsi adaptifnya sekaligus mengakselerasi pemulihan psikologis pasca mengalami peristiwa tersebut.

Caranya cukup sederhana yakni dengan mendengarkan dan menghargai cerita, hingga timbul rasa nyaman dan aman pada penderita. Tanpa sadar, hal tersebut membuat penderita belajar beradaptasi secara perlahan di lingkungan baru. Perlu pelatihan untuk melakukan pertolongan pertama saat terjadi bencana.

Tidak hanya ahli kesehatan jiwa saja seperti psikiater, psikolog dan perawat jiwa. Namun, para relawan atau Anda pun dianjurkan untuk mengikuti pelatihan tersebut guna mempunyai kemampuan pendampingan terhadap korban untuk mencegah terjadinya gangguan jiwa yang berat semakin bertambah. Tertarik?

Anda punya pertanyaan seputar Kesehatan Mental ?
Ask Doctor
Kanker payudara merupakan penyakit yang menakutkan. Namun, ada harapan untuk pencegahan kanker ini. 7 Hal Baru Tentang Kanker Payudara yang Perlu Anda Tahu Pengobatan ISPA dengan gejala ringan bisa dilakukan sendiri di rumah. Perawatan yang Tepat untuk ISPA