Profile
Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT)

4 Cara Menjaga Pendengaran

4 Cara Menjaga Pendengaran

Gangguan pendengaran bisa terjadi karena faktor usia atau seringnya terpapar suara keras

Gangguan pendengaran biasanya disebabkan oleh faktor usia atau karena seringnya terpapar suara yang nyaring/keras. Sebab yang pertama mungkin tidak selalu bisa dicegah karena terkait dengan faktor pertambahan usia. Namun, gangguan pendengaran karena paparan suara keras benar-benar bisa Anda hindari.

Pendengaran bisa dikatakan terganggu jika sinyal suara gagal mencapai otak. Proses pendengaran terjadi ketika gendang telinga bergetar akibat gelombang suara yang masuk ke liang telinga. Getaran kemudian dilanjutkan ke telinga tengah melalui tiga tulang pendengaran yang dikenal dengan nama osikel (terdiri dari tulang malleus, incus, stapes). Osikel akan memperkuat getaran untuk dilanjutkan menuju rambut-rambut halus di dalam koklea untuk kemudian dikirim melalui saraf pendengaran ke otak. 

Menjaga kesehatan pendengaran sangat penting karena mendengar dapat menyerap 20 persen informasi, lebih besar dibanding membaca yang hanya menyerap 10 persen informasi.  Mengingat pentingnya kesehata telinga, maka Indonesia menyepakati tanggal 3 Maret sebagai peringatan Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran (HKTP). 

Agar pendengaran Anda tidak hilang ada beberapa tip sederhana yang bisa Anda terapkan untuk menghindari kerusakan.  

1.Hindari suara keras

Cara terbaik untuk menghindari gangguan pendengaran yang disebabkan kebisingan adalah dengan menghindari suara keras sebanyak yang Anda bisa.

Ciri umum gangguan pendengaran, meliputi:  

-Anda tidak bisa mendengar apa yang dikatakan orang di dekat Anda

-Anda harus meninggikan suara untuk berbicara pada orang lain

-Telinga berdenging atau telinga seperti kemasukan air 

-Telinga terasa sakit

Tingkat kebisingan diukur dalam desibel (dB). Semakin tinggi paparan kebisingannya, akan berbahaya bagi telinga Anda. Suara apapun di atas 80dB dan terpapar lebih dari 8 jam secara terus menerus akan membahayakan telinga Anda.

Berikut ini gambaran tentang seberapa kerasnya suara:

-Berbisik - 30dB
-Percakapan - 60dB
-Lalu lintas padat - 70 sampai 85dB
-Sepeda motor - 90dB
-Mendengarkan musik dengan volume penuh melalui headphone - 100 sampai 110dB
-Pesawat lepas landas - 120dB

Anda bisa mendapatkan aplikasi smartphone yang mengukur tingkat kebisingan, tapi pastikan mereka sudah siap (dikalibrasi) dengan benar untuk mendapatkan pembacaan yang lebih akurat.

2. Turunkan volume musik
Mendengarkan musik keras melalui earphone dan headphone merupakan bahaya besar bagi pendengaran Anda.

Untuk membantu menghindari kerusakan pendengaran Anda:

-Gunakan mode  noise cancelling pada earphone atau headphone Anda bila suara di luar terlalu berisik. Jangan hanya meningkatkan volume untuk menutupi kebisingan di luar
-Putar volume sampai cukup sehingga Anda bisa mendengar musik Anda dengan nyaman, tapi tidak terlalu tinggi.
-Jangan mendengarkan musik lebih dari 60% dari volume maksimum - beberapa perangkat memiliki pengaturan yang dapat Anda gunakan untuk membatasi volume secara otomatis
-Jangan gunakan earphone atau headphone lebih dari satu jam pada satu waktu - Istirahat minimal 5 menit setiap jam
-Bahkan hanya dengan menurukan volume sedikit bisa membuat perbedaan besar pada risiko pendengaran Anda.

3. Lindungi pendengaran saat berada di tempat-tempat yang bising

Untuk melindungi pendengaran Anda selama berada di klub malam, pertunjukan (konser) atau acara olahraga, coba cara ini: 
-Menjauh dari sumber suara keras (seperti pengeras suara)
-Cobalah keluar dari ruangan setiap 15 menit
-Istilrahatkan telinga Anda sekitar 18 jam untuk memulihkan diri setelah telinga terpapar suara keras. 
-Pertimbangkan untuk memakai penyumbat telinga - Anda bisa membeli penyumbat telinga yang bisa digunakan kembali sehingga mengurangi volume musik tapi jangan sampai meredamnya.

4. Tes pendengaran
Lakukan tes pendengaran sesegera mungkin jika Anda merasa khawatir kehilangan pendengaran Anda. Jenis tes pendengaran ada dua yaitu audiometri dan garpu tala. Pertimbangkan juga untuk melakukan pemeriksaan pendengaran setahun sekali jika Anda berisiko tinggi mengalami ganguan kebisingan - misalnya, jika Anda seorang musisi atau bekerja di lingkungan yang bising.

Ditinjau oleh: dr. Iin Reza Warisman

Anda punya pertanyaan seputar Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT) ?
Ask Doctor
Kanker payudara sangat menakutkan. Menjaga berat badan, salah satu cara untuk meminimalkan risikonya Tiga Langkah Mudah Kurangi Risiko Kanker Payudara Posisi seks konon dapat meningkatkan peluang hamil, padahal ada cara lebih efektif yang bisa Anda lakukan Benarkah Posisi Seks Tingkatkan Peluang Hamil?